Akhlaq Untuk Buah Hati

Standard

Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang lebih berharga daripada sekedar harta yang kini sedang para orangtua obsesikan.Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut, dari hal yang sederhana:

  1. Dengan memberi contoh mengucapkan salam.
    “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)
  2. Memperhatikan etika dalam makan.
    “Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu.” (Muttafaqun ‘alaih)
  3. Mengajarkan rasa kebersamaan dengan saudara muslim yang lain, misalnya dengan menjenguk orang sakit.
    “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)
  4. Mengajarkan kejujuran.
    “Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain. Wallohu a’lam bishowab.

Rujukan: Begini Seharusnya Mendidik Anak -Panduan Mendidik Anak Sejak Masa Kandungan Hingga Dewasa-, karya Al Maghribi bin As Said Al Maghribi. Dinukil dari muslimah.or.id

2 responses »

  1. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Mendidik anak memang mempunyai kriteria dan cara masing-masing dan hal ini janganlah lepas dari tuntunan agama Islam.
    Memberi nasehat pada anak-anak lebih mudah dimengerti tapi bila sudah menanjak remaja timbul perubahan-perubahan yang mendasar sehingga orang tua terkadang salah dalam memberikan nasehat sehingga tidak matching dan hal ini sering kita lihat di lingkungan kita sendiri atau di lain wilayah kota atau tayangan di sinetron TV.
    Sikap anak remaja mulai memberontak dan mereka menilai bahwa orang tuanya yang tidak objective sehingga persoalan sepele diperbesar atau sebaliknya.
    Disinilah nasehat anak menjelang dewasa juga berubah dan apalgi sudah berumah tangga pasti tetap minta nasehat orang tua yang dianggap adil.
    Permasalahan atau persoalan ini selesai apabila kita sebagai orang tua sudah meninggal dunia baru persoalan dunia tersebut ditinggalkan.
    Iman,Islam dan Ikhsan harus tetap dijaga untuk kestabilan rumah tangga kita dan Insya Allah menjadi rumah tangga yang sakinah ma waddah wa rohmah
    Amin Yaa Robb

    Wassalammu’alaikum wr.wb.
    Jazakumullahu

    IKHWAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s