Pelajaran dari Musibah di Palestina

Standard

Pembunuhan terhadap kaum muslimin di Palestina oleh orang Yahudi merupakan musibah yang besar. Lantas, bagaimana kita bersikap?

  1. Orang kafir adalah musuh kaum muslimin, sebagaimana Allah tegaskan dalam Al Qur’an , ‘Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kalian, hingga kalian mengikuti agama mereka’  [QS Al Baqarah 120]. Mereka akan terus menerus memusuhi kita, sehingga kita harus bersikap keras kepadanya : ‘Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka’ [QS Al Fath 29].
  2. Musibah yang datang silih berganti, termasuk yang menghina kehormatan dan darah kaum muslimin, merupakan musibah yang besar. Hendaknya kita memandang dengan 2 pandangan, yaitu pandangan takdir bahwa ini semua tidak terlepas dari takdir Allah Azza wa Jalla, dan pandangan syariat bahwa semua ini disebabkan oleh kesalahan, dosa dan maksiat yang dilakukan oleh kaum muslimin. ‘Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali’ [QS Ar Ruum 41]. Hendaknya kaum muslimin kembali kepada jalan tauhid dan sunnah, menjauhkan diri dari syirik dan bid’ah agar mereka terhindar dari musibah.
  3. Kaum muslimin harus menyadari kekuatan yang ada pada diri mereka. Jika kondisi mereka lemah, hendaknya mereka bersabar. Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memulai dakwah, banyak sahabat yang mendapat penyiksaan bahkan dibunuh, diantaranya adalah Bilal, keluarga Yasir dan Amar. Namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan mereka untuk terus bersabar. Ketika pembinaan iman telah membuahkan hasil, baru beliau mengumandangkan jihad bahkan memerintahkan untuk memerangi Yahudi.
  4. Wajib bagi kita untuk membantu mereka dengan harta kita. ‘Perumpamaan orang-orang muslim itu ibarat satu tubuh, apabila salah satu bagian disakiti maka seluruhnya akan merasa sakit.‘ (HR Ahmad bin Hanbal dalam bab Musnad Nu’man bin Bashir no hadis 17720)
  5. Mendoakan kaum muslimin di Gaza. Para ulama telah menganjurkan untuk membaca doa qunut nazilah, agar Allah menghancurkan Yahudi. Hendaknya kita mendoakan saudara-saudara kita di waktu-waktu yang mustajab.
  6. Bahwa perkara jihad tetap ada dan tidak dihapuskan. Jihad memerlukan persiapan aqidah, mental dan fisik, karena kita akan berhadapan dengan anak-anak kera dan babi (baca: Yahudi), yang mereka telah membunuh nabi-nabi mereka. Jihad harus dilaksanakan bersama dengan ulil amri. Adapun demonstrasi dan orasi bukanlah bentuk jihad. Demonstrasi dan orasi justru mendatangkan kerusakan yang lebih besar. Yang terpenting bagi kita adalah mendoakan saudara-saudara kita, agar mereka senantiasa mendapat perlindungan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Disarikan dari tanya jawab bersama Abu Fat-hi di Radio Rodja 756 AM, Senin pagi 20 Januari 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s