Sedekah Penuh Berkah, Ikuti Adabnya …

Standard

Agar sedekah kita penuh berkah, ikuti adab-adabnya …

Pertama: Luruskan niat! Hendaklah yang dicari hanyalah wajah Allah semata, bukan karena riya’ atau
ingin dipuji manusia dengan dikatakan dermawan.

Kedua: Harus dari harta yang halal!

Ketiga: Sedekah dengan harta yang paling dicintai

Keempat: Mendahulukan kerabat terdekat. Sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yang artinya):
“Sedekah kepada orang miskin mendapat satu sedekah, dan sedekah kepada saudara kerabat mendapat dua pahala; pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi.” (HR. Ahmad (IV/18). Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan dalam al Irwaa’ (no. 883)).

Kelima: Jangan sembarangan memberi orang

Keenam: Menyembunyikan sedekah. Sebisa mungkin hendaknya bagi orang yang sedekah untuk menyembunyikan sedekahnya, kecuali apabila menampakkan sedekah membawa mashlahat yang kuat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka hal itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya, dan kamu berikan kepada orang orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik lagi bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271).

Ketujuh: Keluarkan sedekah walaupun sedikit

Kedelapan: Tunaikan zakat yang wajib!

Kesembilan: Lembut kepada fakir miskin dan jangan diungkit ungkit! Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah: 262). Imam al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Orang orang yang menyebut nyebut pemberiannya biasanya dari orang yang pelit. Orang yang pelit selalu merasa
besar dengan apa yang diberikannya sekalipun sedikit!”.

Kesepuluh: Jangan rakus dengan harta dan dunia yang fana!

Dinukil dari : Keajaiban Sedekah, Abu Abdillah bin Luqman Al Atsari, Media Tarbiyah

3 responses »

  1. Poin kelima, diutamakan adalah mereka orang-orang yang shalih yang fakir atau yang menuntut ilmu, sehingga harta yang kita nafkahkan akan mendapatkan keberkahan dari sebab kebaikan mereka. Juga kepada kerabat yang dekat, karena dengannya selain shadaqah, kita akan mendapat pahala menjalin silaturahmi.

    Tidak dianjurkan memberi kepada orang yang menjadikan meminta-minta sebagai profesi, karena ini akan menjerumuskan mereka kepada kemalasan dan menggantungkan diri kepada orang lain.

    Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s