Rasa Takutnya kepada Allah telah Merenggut Jiwanya

Standard

ALI BIN AL-FUDHAIL BIN IYADH (Karena Ayat Azab Yang Dibaca Ayahnya, Ia Jatuh Dan Wafat)
Kamis, 30 Oktober 08

Adalah Ali, putra Al-Fudhail bin Iyadh, hatinya bergemuruh yang menjadikan dirinya pingsan jika mendengar lantunan ayat-ayat yang berisi ancaman di dalam sholat.

Suatu ketika, ayahnya, Al-Fudhail bin Iyadh, yang biasa mengimami sholat,  menyangka bahwa putranya tidak berada di belakangnya, sehingga ia membaca ayat ini (artinya),

“Mereka berkata, ‘Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh keja-hatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.’ (Al-Mu’minun: 106)

Maka Ali jatuh pingsan. Ketika al-Fudhail mengetahui bahwa putranya berada di belakangnya dan jatuh pingsan, maka ia cepat-cepat menyelesaikan bacaannya. Ibunya datang lalu mencipratkan air padanya, lalu ia siuman.

Selang beberapa waktu kemudian, karena menyangka putranya tidak berada di belakangnya, ia membaca (artinya),

‘Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.’ (Az-Zumar: 47).

Mendengar ayat tersebut, putranya jatuh kemudian ayahnya cepat-cepat menyelesaikan bacaannya. Ketika ibunya datang, ia mencipratinya dengan air, ternyata ia sudah wafat. Rasa takut dan cinta kepada Allah, telah membuatnya berjumpa dengan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s