Beberapa Hewan Tunggangan Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Standard

Kalau zaman sekarang, kita mengenal banyak alat transportasi, seperti pesawat terbang, kapal laut, kereta api, mobil, motor dan yang semacamnya. Maka pada zaman dahulu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenakan beberapa hewan tunggangan. Simaklah tulisan berikut yang dikutip dari Sejarah Nabi, yang ditulis oleh Al-Hafiz Abdul Ghani bin Abdul Wahid Al-Maqdisy.

Kuda

Kuda pertama yang dimiliki Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM bernama as-Sakb. Beliau membelinya dari seorang Arab Baduwi dari Bani Fazarah seharga 10 uqiyah (mata uang zaman dahulu). Saat dimiliki penjualnya, ia bernama ad Dharis, lalu oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diganti dengan as-Sakb. Kuda tersebut memiliki warna putih di kaki dan kepalanya sebelah kanan. Itu adalah kuda pertama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang digunakan di medan perang.Ia memiliki pakaian dari kulit. Suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lomba pacuan kuda, dan beliau mengendarainya lalu beliau menang. Karena itu beliau senang padanya.

  • Al Murtajaz. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membelinya dari seorang Arab Baduwi yang disaksikan oleh Khuzaimah bin Tsabit. Baduwi tersebut dari Bani Murrah. Sahl bin Saad as Saidi berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki tiga ekor kuda yang kupelihara, yaitu: Lizaz, Dharib, dan Luhaif. Adapun Lizaz adalah hadiah dari al Muqoiqis; sedangkan Luhaif hadiah dari Rabiah bin Abi Bara, yang dibalas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan beberapa baju kulit dari Bani Kilab; dan Dharib adalah hadiah dari Farwah bin Amr al Judzami.
  • Al Wardu. Ini adalah hadiah dari Tamim ad Dari. Lalu diberikan kepada Umar. Beberapa saat kemudian oleh Umar kuda tersebut dijual

Bagal dan Himar

Disamping kuda, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki bagal yang beliau kendarai saat bepergian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa menumbuk gandum sebagai makanan bagal tersebut.Bagal yang bernama Duldul tersebut masih hidup sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hingga tanggal gigi-giginya.Hingga akhirnya ia meninggal di Yanbu’.
Adapun Himar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bernama Ufair meninggal saat haji Wada’.

Unta perahan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga memiliki 20 Unta perahan yang dibiarkan berkeliaran di hutan. Setiap malam diperah susunya hingga terkumpul 2 geriba (tempat susu dari kulit) yang besar. Diantara unta-unta tersebut ada beberapa unta yang deras susunya, yaitu: al-Hanna, as-Samra’, al-Urais, as-Sa’diyah, al-Baghum, al-Yasirah, dan ar-Rayya. Ada unta yang bernama Burdah, hadiah dari ad-Dahhak bin Sofyan, yang juga deras perahan susunya. Adapula yang bernama Mahrah dan as-Saqra’ merupakan kiriman dari Sa’d bin Ubadah. Dua unta tersebut adalah kendaraan terbagus dari Bani Uqail.

Adapula yang bernama al’Adhba’ yang dibeli oleh Abu Bakar dari Bani Harisy seharga 800 dirham. Lalu oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibeli dengan 400 dirham. Unta tersebut dikendarai saat hijrah ke Madinah. Saat beliau tiba di Madinah, unta itu merupakan tunggangan yang terbaik. Itulah yang disebut al-Qoswa, terkadang disebut al-Jad’a. Karena menyusahkan kaum muslimin, maka diikat agar tidak berontak lari.

Kambing

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki tujuh ekor kambing pemberian orang, yang bernama: Ujrah, Zamzam, Suqya, Barakah, Warsah, Athlal, dan Athraf. Disamping itu beliau memiliki 100 ekor kambing yang lain.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s