Allah akan Ganti yang Lebih Baik

Standard

Berkata seorang guru dari guru-guru kami al-Allamah (seorang yang sangat alim) al-Muarrikh (Ahli sejarah) Syaikh Muhammad Raghib Atthabbah (semoga Allah merahmati beliau) dalam kitabnya “I’lam Nubala bi Tarikh Halb asy-Syahbaai” 7/231:

Bahwasanya Syaikh Ibrahim al-Hilali al-Halabi (seorang ahli ilmu yang shalih dan mulia) pergi ke Universitas al-Azhar untuk menuntut ilmu. Dan suatu ketika disaat menuntut ilmu itu, ia kehabisan perbekalan, dan sudah lebih dari satu hari ia tidak makan. Maka ia merasa sangat lapar…

Lalu keluarlah ia dari kamar asramanya di universitas Al Azhar untuk mencari sesuap makanan ; (disaat itu) ia melihat pintu (sebuah rumah) terbuka! Dan ia mencium darinya aroma masakan yang lezat!! Maka ia pun memasuki pintu itu dan segera menuju dapur, dan (sungguh mengejutkan) ia tidak menjumpai seseorangpun! Dan ia dapati dalam dapur itu makanan yang lezat, segera ia mengambil sendok dan memasukkannya dalam makanan itu !! kemudian tatkala ia mengangkat sendok itu kemulutnya jiwanya mencegah dirinya untuk memakannya!! Dimana (jiwanya mengingatkan) tidak halal baginya untuk memakan makanan itu! Lalu ia pun meninggalkan makanan itu (tidak jadi memakannya), dan keluar dengan rasa lapar yang melilitnya untuk kembali kekamarnya di serambi Universitas al-Azhar.

Tidaklah berlalu satu jam sesudah itu datang salah seorang gurunya dan seorang lelaki memasuki kamarnya. Dan gurunya itu berkata kepadanya : “Ini adalah seorang lelaki terhormat, yang datang kepadaku meminta agar aku mencari seorang alim yang shalih yang aku pilih untuk dinikahkan dengan anak perempuannya; dan aku memilihmu (untuk nikah dengan putrinya). Maka ayolah engkau bangun untuk pergi bersama kami kerumahnya untuk melangsungkan akad diantara kalian berdua, hingga engkau menjadi bagian dari anggota keluarganya.

Maka Syaikh Ibrahim menuruti perintah gurunya, dan pergi bersama mereka berdua. Dan (tidak disangka) keduanya menuju rumah yang telah ia masuki tadi, dimana ia telah memasukkan sendok kemakanannya!!

Dan tatkala ia telah duduk, ayah mempelai puteri menikahkannya dengan puterinya, dan (setelah selesai) ia bersegera menuju makanan, dan makanan itu adalah makanan yang (hendak ia makan disaat lapar) yang telah dia masukkan sendok kedalamnya, lalu ia tinggalkannya. Maka ia pun memakannya sambil berkata dalam dirinya : “Aku tadi terhalang memakan makanan ini karena tidak ada izin (dari pemiliknya) maka Allah memberi aku ganti makanan ini dengan mendapatkan izin (pemiliknya) dalam keadaan dimuliakan, dihormati dan suami (dari puteri pemilik makanan ini).

….dan sesudah itu ia pergi bersama perempuan shalihah (istrinya) itu ke negeri al-Halabi, dan perempuan itu adalah ibu dari anak-anaknya yang shalih.
…Inilah buah dari kesabaran, dan inilah hasil dari ketaqwaan :

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” Ath Thalaaq : 2

Adapun mereka yang tergesa-gesa, yang tidak membedakan antara yang benar dengan yang batil, untuk mencari sedikit kenikmatan duniawi yang akan hilang ini, tidaklah mereka mendapatkan kecuali menelan air liur dikerongkongan, dan kekecewaan dalam hati, karena mereka tidak mendapatkan dunia, dan mereka tidak menghasilkan dunia…
Karena mereka telah lupa (dan pura-pura lupa) firman Allah :

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya” (az-Zumar : 36)

Adapun orang-orang yang bersabar, yang kokoh dan bertaqwa kelak akan memperoleh ketinggian didunia, dan kemuliaan disisi Rab mereka pada hari kiamat.
Allah ta’ala berfirman : “Maka berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (al-Baqarah : 155) 

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa hisab”. (az-Zumar :10)

“Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar” (an-Nahl : 126)

“……kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shlalih dan saling-nasehat menasehati menetapi kebenaran dan saling nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran”. (al-Ashr : 3)

….dengan jiwa yang tenang, hati yang merendah, keimanan yang mantap, dan keyakinan yang kokoh, serta ketaqwaan yang benar : “Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya” (Ath Thalaaq : 4)

“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipargandakan pahala baginya”. (Ath Thalaaq : 5)

Maraji’:
Majalah Al Ashalah edisi 31 hal 60-61, Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi Al Atsari, Terjemahan : MAHAD ALI AL-IRSYAD, Surabaya

Comments are closed.