Kiat Mengatasi Problem Pubersitas Anak

Standard

Di antara solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi masa pubertas anak adalah:

  1. Menanamkan Rasa Percaya Diri Pada Diri Anak
    Secara umum, sebagian anak yang memasuki usia pubertas ada yang mengalami rasa takut yang berlebihan dalam banyak sisi kehidupannya, seperti takut bertemu dengan para tamu, takut menghadapi ujian, takut berbicara di tengah masyarakat mana pun atau momen apa pun karena khawatir dikritik atau salah. Kelompok anak ini mengalami krisis kurang percaya diri, merasa tidak aman dan nyaman akibat pendidikan yang salah, terutama sikap ketergantungan pada orang lain. Terkadang timbul hal-hal lainnya, seperti tidak mampu berbicara, malu, stres, cemas dan sebagainya. Karena itu, kedua orang tua harus menanamkan rasa percaya diri pada diri anak-anak mereka dan memenuhi kebutuhan psikologis dan sosial mereka yang bertujuan mengaitkan mereka dengan orang lain dan merealisasikan sikap mandiri.
  2. Menanamkan Norma-Norma Islami
    Tidak dapat disangkal lagi, ini merupakan hal yang amat agung yang mesti diperhatikan para orangtua. Sebab norma ini berpedoman pada akidah yag diambil dari prinsip-prinsip yang mulia. Ia tidak akan bertentangan dengan perkembangan zaman dan tempat karena ia berasal dari Allah subhanahu wata’ala. Karena itu, adalah kewajiban para pendidik untuk menanamkan norma-norma yang menyeru kepada keadilan, persamaan (egaliter), persaudaraan, kecintaan, dan toleransi dalam berinteraksi dengan manusia itu.
  3. Mendidik Anak untuk Memperbaiki Niat dan Amal
    Islam dengan ajarannya yang mulia datang untuk mengarahkan manusia agar memiliki niat yang baik dalam beramal. Sebab niat yang tulus merupakan pondasi amal. Karena itu, para orang tua harus membimbing anak-anak mereka agar mem-perbaiki niat dan amal serta antusias untuk beribadah, jauh dari pertimbangan kuantitas dan penampilan. Masalah niat ini merupakan hal dasar dan utama dalam Islam yang memasuki hampir semua bab Fiqih sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya semua amal itu tergantung pada niat.” (HR. Muslim) [Hanif Yahya]

Sumber: “Al-Murahaqah, Muftariqith Thurufq Baynal Istiqamah Wal Inhiraf”, karya Dr. Ibrahim bin Hamud al-Musyaiqih

Comments are closed.