Kejujuran Namun Tercela. Adakah?

Standard

1. Ghibah

Ghibah atau menggunjing (ngrumpi, nggosip) merupakan perkataan jujur yang tercela dan merupakan khianat terhadap aib-aib kaum muslimin yang seharusnya ditutupi. Allah ta’ala berfirman :

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya ” (Al-Hujuraat : 12).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apakah kalian tahu apa ghibah itu ? Mereka menjawab : ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu’. Beliau bersabda : ‘Jika kamu menyebut saudaramu tentang apa yang ia benci, maka kamu telah melakukan ghibah’. Beliau ditanya : ‘Bagaimana jika sesuatu yang aku katakana ada pada saudaraku?’ Beliau bersabda : Bila sesuatu yang kamu bicarakan ada padanya maka kamu telah melakukan ghibah, dan apabila yang kamu bicarakan tidak ada maka kamu telah membuat kebohongan atasnya “ [HR. Muslim no. 2589, Tirmidzi no. 1934, Malik 2/252, dan Ahmad 2/230]

2. Namimah (mengadu domba)

Namimah lebih tercela dan lebih buruk daripada ghibah, dan disamping itu merupakan pengkhianatan dan kehinaan kemudian berakhir dengan percekcokan, pemutusan silaturahim, dan kebencian di antara teman. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang namimah dengan sabdanya :

“Tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba” [HR. Bukhari no. 5709 dan Muslim no. 105]

Orang yang mengadu domba adalah makhluk yang paling buruk di sisi Allah, penghuni neraka jahannam dan bila tidak bertaubat akan menjadi hamba yang terhina di dunia dan putus asa dari rahmat Allah di akhirat. Yahya bin Aktsum berkata : “Pengadu domba lebih jahat dari tukang sihir, dia mampu berbuat kejahatan dalam sesaat, sedangkan tukang sihir tak mampu melakukannya dalam sebulan”.

3. As-Si’ayah (menghasud)

As-Si’ayah lebih buruk dan tercela daripada ghibah dan namimah, sebab si’ayah menyatukan keburukan ghibah dan namimah; bangga dengan diri dan harta, serta mencela kedudukan dan keadaan orang lain.

Comments are closed.