Prinsip-prinsip dalam Menuntut Ilmu

Standard

Dalam mengambil ilmu, perhatikan kaidah-kaidah pengambilan ilmu, diantaranya (Syaikh Nashr Abdul Karim Al-‘Aql) :

  1. Sumber ilmu Al Qur’an, as-sunnah yang shahih & ijma’ para salafus shalih.
  2. Setiap hadits yang shahih wajib diterima.
  3. Semua prinsip-prinsip utama agama telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Siapapun tidak berhak mengadakan hal yang baru dalam urusan agama.
  4. Berserah diri & patuh hanya kepada Allah & RasulNya lahir & batin.
  5. Dalil aqli yang benar akan sesuai dengan dalil naqli (nash) yang shahih. Sesuatu yang qath’i (pasti) dari kedua dalil itu tidak akan bertentangan. Apabila sepertinya ada pertentangan di antara kedua dalil itu, maka dalil naqli harus didahulukan.
  6. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah ma’shum (dipelihara Allah dari kesalahan). Secara individu, tidak ada seorangpun yang ma’shum, jika ada perbedaan pendapat maka dikembalikan kepada Kitab dan Sunnah.
  7. Setiap perkara baru yang tidak ada sebelumnya dalam agama adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan dalam neraka.

Marilah kita mulai memperbaharui cara kita beragama, memperbaharui amalan-amalan kita dengan mengilmui dahulu baru kemudian mengamalkan. Tidak asal dalam beribadah, karena nantinya hanya capek dan lelah yang akan kita dapatkan. Beribadah adalah ada caranya, ada tuntunannya, dan itu hanya bisa kita ketahui dengan berilmu dahulu. Jangan sampai kita terkena ancaman “Barangsiapa yang mangada-adakan dalam urusan kami yang bukan darinya maka tertolak” Marilah kita jadikan “Ilmu sebelum berucap dan beramal” sebagai slogan kita.

Comments are closed.