Inilah Diantara Mukjizat Itu …

Standard

Terjadinya berbagai mukjizat, dan kejadian-kejadian luar biasa dari tangan Rasulullah saw. Itu mustahil menurut akal, terjadi pada selain nabi dan rasul. Inilah sebagian mukjizat Rasulullah seperti dinyatakan dalam hadits shahih yang mirip dengan hadits mutawatir yang tidak didustakan kecuali oleh orang yang lemah akalnya, atau bahkan tidak mempunyai akal, yaitu:

  • Terbelahnya bulan untuk Rasulullah saw. Al-Walid bin Al-Mughirah, dan orang-orang kafir Quraisy lainnya meminta mukjizat dari beliau yang menunjukkan kebenaran beliau dalam pengakuan beliau sebagai nabi dan rasul. Kemudian bulan terbelah menjadi dua bagian untuk beliau. Satu bagian di atas gunung dan satu bagian lainnya di bawah gunung. Rasulullah saw. bersabda kepada orang-orang kafir Quraisy. “Lihatlah.” Sebagian orang-orang kafir Quraisy berkata, aku lihat bulan di antara dua celah gunung Abu Qabais.” Orang-orang kafir Quraisy bertanya kepada penduduk negeri lain, apakah mereka melihat terbelahnya bulan? Mereka memberi tahu orang-orang kafir Quraisy apa yang mereka lihat. Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus menerus.’ Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” (Al-Qamar: 1-3)
  • Mata Qatadah r.a. terluka pada Perang Uhud hingga jatuh dari kelopaknya, Rasulullah saw. memasukkannya kembali, dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
    Kedua mata Ali bin Abu Thalib r.a. sakit pada Perang Khaibar, kemudian Rasulullah saw. meniupnya, lalu sembuh seperti tidak pernah sakit sebelumnya.
  • Betis Ibnu Al-Hakam r.a. putus pada Perang Badar, kemudian Rasulullah saw. meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
  • Pohon dibuat berbicara kepada Rasulullah saw. Kisahnya, orang Arab dusun mendekat kepada beliau, kemudian beliau bersabda kepada orang Arab Dusun tersebut, “Hai orang Arab dusun, engkau akan pergi ke mana?” Orang Arab dusun tersebut menjawab, “Pulang ke rumah.” Rasulullah saw. bersabda, “Apakah engkai ingin kebaikan?” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Kebaikan apa?” Rasulullah saw. bersabda, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Rasul-Nya.” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Siapa yang menjadi saksi atas apa yang engkau katakan?” Rasulullah saw.bersabda, “Pohon ini.” Beliau bersabda begitu sambil menunjuk ke arah salah satu pohon di tepi lembah. Kemudian pohon tersebut berjalan hingga berdiri di depan beliau. Beliau meminta pohon tersebut bersaksi hingga tiga kali, dan pohon tersebut pun bersaksi seperti sabda Rasulullah saw.
  • Ratapan batang pohon kurma kepada Rasulullah saw., dan tangisannya dengan suara keras yang bisa didengar seluruh orang yang berada di masjid beliau. Itu terjadi setelah Rasulullah saw. meninggalkannya. Sebelumnya Rasulullah saw. berkhutbah di atas batang tersebut sebagai mimbar beliau. Ketika beliau telah dibuatkan mimbar, dan tidak naik lagi ke atas batang kurma tersebut, batang tersebut meratap menangis dan rindu kepada Rasulullah saw. Suara tangisnya seperti tangis unta yang hamil sepuluh bulan. Batang pohon kurma tersebut tidak berhenti menangis hingga Rasulullah saw. datang padanya, dan meletakkan tangannya yang mulia di atasnya. Ia pun berhenti menangis.
  • Doa Rasulullah saw. akan tercabik-cabiknya kerajaan Kisra, kemudian kerajaan Kisra pun tercabik-cabik.
  • Doa Rasulullah saw. untuk Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma semoga ia menjadi orang yang faqih dalam agama ini. Hasilnya, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma menjadi ulama umat ini.
  • Makanan menjadi banyak karena doa Rasulullah saw., hingga dua mud gandum bisa dimakan lebih dari delapan puluh orang.
  • Air menjadi banyak karena doa Rasulullah saw. Di Hudaibiyah, para salabat kehausan. Sedang, di depan Rasulullah saw. terdapat timba kecil tempat beliau berwudhu. Para sahabat datang ke tempat beliau, dan berkata, “Kita tidak mempunyai air, kecuali air yang ada di timba kecilmu.” Kemudian Rasulullah saw. meletakkan tangannya di timba kecil tersebut, dan air pun mengucur dari kedua tangannya seperti mata air. Kemudian para sahabat minum dan berwudhu dari air tersebut. Padahal, mereka berjumlah seribu lima ratus orang.
  • Isra’ dan Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke langit yang tinggi hingga tiba di Sidratul Muntaha, kemudian kembali ke ranjangnya tanpa merasakan kedinginan.
  • Al-Quran Al-Karim, yaitu Kitab yang di dalamnya terdapat informasi orang-orang sebelum kita, informasi orang-orang sesudah kita, keputusan masalah yang terjadi pada kita, petunjuk dan cahaya. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah saw. dan bukti kenabiannya yang abadi sepanjang zaman, agar Al-Qur’an menjadi dalil pasti akan kebenaran kenabian Rasulullah saw., dan menjadi hujjah yang kuat bagi manusia, hingga Allah Ta’ala mewarisi bumi.
  • Jadi, Al-Qur’an Al-Karim adalah mukjizat teragung yang dianugerahkan kepada Rasulullah saw., dan keterangan terbesar yang diberikan kepada beliau. Tentang Al-Qur’an ini Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah salah seorang dari para nabi, melainkan ia diberi apa yang seperti ayat-ayat yang diimani manusia. Namun yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku. Aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”

(Sebagian besar mukjizat Rasulullah saw. disebutkan di Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Mukjizat-mukjizat yang tidak disebutkan di keduanya disebutkan dalam sunnah yang benar).

Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 35-46.

Comments are closed.