Monthly Archives: November 2007

Ciri-ciri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Standard

Anas bin malik ra berkata: “Abu Bakar as-Shiddik ra jika melihat Rasulullah saw datang, ia melantunkan sair:
Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pada kebaikan
Habis gelap, terbitlah terang

Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pada Harim bin Sinan:
Andai boleh kuserupakan dengan benda
Kau adalah penerang di bulan purnama

Lalu Umar dan teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw, tiada seorang pun menyerupainya”

Ali bin Abi Thalib berkata:
“Warna kulit Rasulullah saw putih kemerah-merahan; matanya sangat hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang memanjang seperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila berjalan, melakukannya dengan cepat seakan-akan menuruni sebuah bukit; bila menoleh, menoleh dengan seluruh badannya; keringatnya bagai mutiara dan baunya lebih harum dari wangi minyak kasturi; tidak tinggi dan tidak pendek; tidak berkata buruk dan jahat; tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Dalam riwayat lain: “Di antara pundaknya terdapat tanda kenabian yang juga dimiliki nabi-nabi yang lain; sangat dermawan, pemaaf, jujur tutur katanya, menepati janji, lembut perangainya, mulia pergaulan, orang yang melihatnya pasti akan segan padanya, dan siapa yang bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Yang pernah melihatnya mengatakan: tak pernah aku menjumpai orang sepertinya.”

Al-Barra’ bin Azib berkata: “Postur tubuh Rasulullah SAW sedang, dadanya bidang; rambutnya panjang hingga telinga bawah; aku melihatnya mengenakan pakaian merah, tak pernah kulihat orang setampan dia”

Ummu Ma’bad al Khuzai berkata: “Rasulullah SAW adalah sesosok lelaki yang tampan; bersinar wajahnya; baik akhlaknya; perutnya tidak gendut; tidak kecil kepalanya; hitam matanya sangat hitam; bulu matanya lebat dan lentik; suaranya berwibawa; lehernya bersih bersinar; jenggotnya lebat; alisnya tipis memanjang dan bersambung satu dengan yang lain; jika diam berwibawa; jika berbicara, tutur katanya indah; sedap dipandang dari jauh maupun dari dekat; manis bicaranya, jelas, tidak terlalu singkat dan tidak bertele-tele; bahkan seperti untaian mutiara. Postur tubuhnya sedang; tidak terlalu tinggi, atau terlalu pendek sehingga diremehkan orang lain, paling tampan diantara siapapun. Cabang diantara dua cabang; paling tampan diantara siapapun, dan terhormat. Dia memiliki para sahabat yang senantiasa bersamanya, mereka diam bila beliau berbicara, dan segera bergerak bila dia memerintahkan sesuatu. Dia tidak pernah terlihat cemberut atau menampakkan muka sebagai orang bodoh”.

Anas bin Malik al Anshari ra menyebutkan ciri-ciri Rasulullah saw dengan perkataannya: “Rasulullah saw perawakannya sedang. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Mukanya bercahaya tidak putih sekali dan tidak coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus tetapi bergelombang.”

Hind bin Abi Halah berkata: “Rasulullah SAW mulia dan dimuliakan. Mukanya bersinar seperti bulan purnama. Lebih tinggi dari orang yang sedang tingginya dan lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepalanya besar, rambutnya bergelombang, jika disisir akan tertata bagus jika dibiarkan rambutnya tidak melebihi daun telinganya. Mukanya bercahaya, keningnya lebar, alisnya tipis memanjang, lebat tidak menyambung, diantara alisnya urat yang mengeluarkan keringat ketika beliau marah. Hidungnya mancung bercahaya. Jenggotnya tebal. Hitam bola matanya sangat pekat. Pipinya rata dan halus. Mulutnya lebar, giginya putih bagus dan renggang. Memiliki bulu halus yang memanjang dari dada sampai pusar. Lehernya seperti leher boneka yang berkilau bagaikan perak. Perawakannya sedang, berbadan besar dan berisi, dada dan perutnya rata, dadanya bidang. Badannya putih terdapat bulu halus yang memanjang seperti garis dari dada sampai pusarnya, tidak terdapat bulu lain di dada dan perutnya selain itu. Tangan dan pundaknya berbulu lebat. Dadanya lebar, lengan tangannya panjang, telapak tangannya lebar. Kulit telapak tangan dan kakinya tebal. Jari-jarinya bagus, ruas jarinya lurus. Lekukan telapak kakinya dalam, bagian atas telapak kakinya sangat rata dan halus. Melangkah dan berjalan tidak cepat dan tidak pelan. Kadang berjalan cepat seakan-akan sedang menuruni bukit. Jika menoleh, menoleh dengan seluruh badannya. Selalu menundukkan pandangan, lebih sering memandang ke bawah dari pada ke atas, tatapannya lebih banyak tatapan yang memperhatikan. Menggiring para sahabatnya dan memulai salam kepada siapa saja yang ditemuinya.”

Advertisements

Anak Merupakan Buah Hati Orang Tua

Standard

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Dari Abi Musa Al-Asy’ari : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila mati anak seorang hamba,

  • Allah berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Kamu telah ambil anak dari hamba-Ku?.
  • Jawab mereka : ‘Ya’
  • Maka Allah berfirman : ‘Kamu telah ambil buah hatinya?’
  • Mereka menjawab : ‘Ya’
  • Maka Allah berfirman : ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?’
  • Jawab mereka : ‘Ia memuji Engkau dan istirja [Yakni mengucapkan Alhamdulillah dan istirja’ yaitu : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un]’
  • Maka Allah berfirman ; ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga dan namakanlah rumah tersebut dengan baitul hamdi (rumah pujian)’.

[Riwayat Tirmidzi no. 1023 dan dia berkata, “Hadits ini hasan gharib]

[Disalin dari kitab Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam Jakarta, Cetakan I – Th 1423H/2002M]

ANAK MERUPAKAN FITNAH (UJIAN)

Standard

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Dan ketahuilah! Sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah (ujian/cobaan bagi kamu). Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya-lah ada ganjaran yang besar” [Al-Anfal : 28]

“Artinya : Hanya saja harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah (ujian/cobaan bagi kamu). Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya-lah ada ganjaran yang besar” [Ath-Thaghaabun : 157]

Anak merupakan fitnah atau ujian bagi setiap orang tua yang dapat membawa orang tua kepada kesenangan dunia dan akhirat apabila mereka mendidiknya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau akan membawa mereka kepada kesengsaraan dunia dan akhirat apabila orang tua itu mendidik anak-anaknya di jalan syaithan.

Keturunan Atas Kehendak dan Taqdir ALLAH

Standard

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada seorang lelaki yang belum dikaruniai anak. Ia sempat mengalami tekanan jiwa, namun tidak tahu apakah istrinya juga terkena beban pikiran atau tidak. Ia menghadapi sindiran dan celaan dari masyarakat sekitar, karena keterlambatan mendapatkan anak. Mereka anggap hal itu sebagai aib (kekurangan). Mohon kami diberi penjelasan dalam masalah ini, semoga Allah membalas kebaikan Syaikh.

Jawaban.
Janganlah anda berpikiran buruk lantaran belum dikaruniai anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendakiNya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa”[Asy-Syura : 49-50]

Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. Dialah yang menciptakan dan menentukan apa yang Dia kehendaki. Dalam ayat di atas, Allah memaparkan empat golongan manusia ditinjau dari sisi keturunan yang dikaruaniakan kepada mereka.

[1]. Allah mengaruniakan anak perempuan saja.

[2]. Allah mengaruniakan anak laki-lakai saja

[3]. Allah mengaruniakan anak laki-laki dan perempuan

[4]. Allah menjadikan seseorang mandul, tidak beranak.

Seluruh fenomena ini terjadi berdasarkan ilmu, hikmahNya dan kekuasaanNya. Bisa jadi keadaan anda akan normal sehingga anda akan mendapatkan seorang keturunan. Selama istri anda tidak menuntut apa-apa dari anda, maka janganlah bersedih hati karena hal tersebut. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan atas kesabarannya menemani hidup anda. Kita mohon kepada Allah, Yang Mahatinggi lagi Mahakuasa agar memberikan kepada kita semua taufik dan pahal. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan permintaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj.or.id

Anak Adalah Pemberian Allah Azza wa Jalla

Standard

Anak merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Allah menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki dan memberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Ia menciptakan apa-apa yang Ia kehendaki. Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak perempuan dan Ia memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki anak-anak laki-laki. Atau (Ia memberikan kepada siapa yang ia kehendaki) anak-anak laki-laki dan perempuan. Dan Ia jadikan siapa yang Ia kehendaki mandul (tidak dapat mempunyai anak). Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui (dan) Maha Berkuasa[1]” [Asy-Syuura : 49-50]

Dari ayat yang mulia ini kita mengetahui berbedanya pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia tentang anak menjadi empat bagian. [2]

Pertama : Sebagian manusia Allah berikan kepada mereka hanya mendapat anak-anak perempuan saja tidak anak-anak laki-laki atau kedua-keduanya. Selama hidupnya mereka tidak mendapat anak laki-laki walaupun selalu menjadi impian mereka!

Kedua : Sebagian lagi Allah berikan kepada mereka hanya anak laki-laki saja tidak anak perempuan atau kedua-duanya. Selama hidup mereka tidak pernah melihat anak perempuan lahir di tengah-tengah mereka walaupun mereka sangat megharapkan kehadirannya!

Ketiga : Sebagian yang lain Allah berikan kepada mereka anak laki-laki dan perempuan maka terwujudlah apa yang selama ini mereka dambakan!

Keempat : Sebagian manusia lain hidup di dalam kesunyian dan kesepian. Tidak mereka mendengar kecuali suara mereka! Suami-isteri yang selama hidupnya tidak pernah mendengar jeritan dan tangis seorangpun bayi yang lahir dari sulbi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa tidak memberikan kepada mereka seorangpun anak!

Itulah pembagian anak dari Rabbul Alamani kepada manusia! Hendaklah kita ridlai kepada pembagian anak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui siapa yang berhak dan tidak berhak mendapatkannya. Dan Allah Maha Kuasa memberikan dan tidak memberikan.

Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://www.almanhaj.or.id/content/2256/slash/0

Inilah Diantara Mukjizat Itu …

Standard

Terjadinya berbagai mukjizat, dan kejadian-kejadian luar biasa dari tangan Rasulullah saw. Itu mustahil menurut akal, terjadi pada selain nabi dan rasul. Inilah sebagian mukjizat Rasulullah seperti dinyatakan dalam hadits shahih yang mirip dengan hadits mutawatir yang tidak didustakan kecuali oleh orang yang lemah akalnya, atau bahkan tidak mempunyai akal, yaitu:

  • Terbelahnya bulan untuk Rasulullah saw. Al-Walid bin Al-Mughirah, dan orang-orang kafir Quraisy lainnya meminta mukjizat dari beliau yang menunjukkan kebenaran beliau dalam pengakuan beliau sebagai nabi dan rasul. Kemudian bulan terbelah menjadi dua bagian untuk beliau. Satu bagian di atas gunung dan satu bagian lainnya di bawah gunung. Rasulullah saw. bersabda kepada orang-orang kafir Quraisy. “Lihatlah.” Sebagian orang-orang kafir Quraisy berkata, aku lihat bulan di antara dua celah gunung Abu Qabais.” Orang-orang kafir Quraisy bertanya kepada penduduk negeri lain, apakah mereka melihat terbelahnya bulan? Mereka memberi tahu orang-orang kafir Quraisy apa yang mereka lihat. Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus menerus.’ Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” (Al-Qamar: 1-3)
  • Mata Qatadah r.a. terluka pada Perang Uhud hingga jatuh dari kelopaknya, Rasulullah saw. memasukkannya kembali, dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
    Kedua mata Ali bin Abu Thalib r.a. sakit pada Perang Khaibar, kemudian Rasulullah saw. meniupnya, lalu sembuh seperti tidak pernah sakit sebelumnya.
  • Betis Ibnu Al-Hakam r.a. putus pada Perang Badar, kemudian Rasulullah saw. meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
  • Pohon dibuat berbicara kepada Rasulullah saw. Kisahnya, orang Arab dusun mendekat kepada beliau, kemudian beliau bersabda kepada orang Arab Dusun tersebut, “Hai orang Arab dusun, engkau akan pergi ke mana?” Orang Arab dusun tersebut menjawab, “Pulang ke rumah.” Rasulullah saw. bersabda, “Apakah engkai ingin kebaikan?” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Kebaikan apa?” Rasulullah saw. bersabda, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Rasul-Nya.” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Siapa yang menjadi saksi atas apa yang engkau katakan?” Rasulullah saw.bersabda, “Pohon ini.” Beliau bersabda begitu sambil menunjuk ke arah salah satu pohon di tepi lembah. Kemudian pohon tersebut berjalan hingga berdiri di depan beliau. Beliau meminta pohon tersebut bersaksi hingga tiga kali, dan pohon tersebut pun bersaksi seperti sabda Rasulullah saw.
  • Ratapan batang pohon kurma kepada Rasulullah saw., dan tangisannya dengan suara keras yang bisa didengar seluruh orang yang berada di masjid beliau. Itu terjadi setelah Rasulullah saw. meninggalkannya. Sebelumnya Rasulullah saw. berkhutbah di atas batang tersebut sebagai mimbar beliau. Ketika beliau telah dibuatkan mimbar, dan tidak naik lagi ke atas batang kurma tersebut, batang tersebut meratap menangis dan rindu kepada Rasulullah saw. Suara tangisnya seperti tangis unta yang hamil sepuluh bulan. Batang pohon kurma tersebut tidak berhenti menangis hingga Rasulullah saw. datang padanya, dan meletakkan tangannya yang mulia di atasnya. Ia pun berhenti menangis.
  • Doa Rasulullah saw. akan tercabik-cabiknya kerajaan Kisra, kemudian kerajaan Kisra pun tercabik-cabik.
  • Doa Rasulullah saw. untuk Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma semoga ia menjadi orang yang faqih dalam agama ini. Hasilnya, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma menjadi ulama umat ini.
  • Makanan menjadi banyak karena doa Rasulullah saw., hingga dua mud gandum bisa dimakan lebih dari delapan puluh orang.
  • Air menjadi banyak karena doa Rasulullah saw. Di Hudaibiyah, para salabat kehausan. Sedang, di depan Rasulullah saw. terdapat timba kecil tempat beliau berwudhu. Para sahabat datang ke tempat beliau, dan berkata, “Kita tidak mempunyai air, kecuali air yang ada di timba kecilmu.” Kemudian Rasulullah saw. meletakkan tangannya di timba kecil tersebut, dan air pun mengucur dari kedua tangannya seperti mata air. Kemudian para sahabat minum dan berwudhu dari air tersebut. Padahal, mereka berjumlah seribu lima ratus orang.
  • Isra’ dan Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke langit yang tinggi hingga tiba di Sidratul Muntaha, kemudian kembali ke ranjangnya tanpa merasakan kedinginan.
  • Al-Quran Al-Karim, yaitu Kitab yang di dalamnya terdapat informasi orang-orang sebelum kita, informasi orang-orang sesudah kita, keputusan masalah yang terjadi pada kita, petunjuk dan cahaya. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah saw. dan bukti kenabiannya yang abadi sepanjang zaman, agar Al-Qur’an menjadi dalil pasti akan kebenaran kenabian Rasulullah saw., dan menjadi hujjah yang kuat bagi manusia, hingga Allah Ta’ala mewarisi bumi.
  • Jadi, Al-Qur’an Al-Karim adalah mukjizat teragung yang dianugerahkan kepada Rasulullah saw., dan keterangan terbesar yang diberikan kepada beliau. Tentang Al-Qur’an ini Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah salah seorang dari para nabi, melainkan ia diberi apa yang seperti ayat-ayat yang diimani manusia. Namun yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku. Aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”

(Sebagian besar mukjizat Rasulullah saw. disebutkan di Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Mukjizat-mukjizat yang tidak disebutkan di keduanya disebutkan dalam sunnah yang benar).

Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 35-46.

Tidak Ada Nabi Setelah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Standard

Penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang kenabiannya, penutupan semua kenabian dengan kenabiannya, kewajiban taat kepadanya, dan keumuman risalah dalam hadits-hadits dan sabda-sabdanya, di antara sabda-sabdanya adalah sebagai berikut ini :

  • “Aku nabi yang tidak berdusta, dan aku anak Abdul Muththalib.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim )
  • “Sesungguhnya aku hamba Allah, dan penutup para nabi. Sesungguhnya Adam dilemparkan ke dalam tanahnya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Hibban yang menshahihkannya)
  • “Perumpamaanku, dan perumpamaan nabi-nabi sebelumku adalah seperti orang yang membangun rumah, dan mempercantiknya kecuali tempat satu batu bata. Orang-orang mengelilingi rumah tersebut merasa takjub padanya dan berkata, ‘Ah, seandainya batu bata telah diletakkan di sini’. Akulah batu bata tersebut, dan penutup para nabi.” (Muttafaq Alaih)
  • “Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, salah seorang dari kalian tidak beriman hingga aku lebih ia cintai daripada anaknya, ayahnya, dan seluruh manusia.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
  • “Semua dari kalian masuk surga kecuali orang yang tidak mau.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak mau masuk surga, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku, ia masuk surga.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
  • “Sesungguhnya risalah dan kenabian telah terputus. Oleh karena itu, tidak ada rasul dan nabi sesudahku.” (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tirmidzi yang menshahihkannya)
  • “Aku dilebihkan di atas para nabi dengan enam hal: aku diberi kalimat yang padat makna, aku ditolong dengan ketakutan (yang dimasukkan ke pihak musuh), rampasan perang dihalalkan bagiku, tanah dijadikan sebagai masjid dan tempat suci bagiku, aku diutus kepada semua manusia, dan para nabi ditutup dengan aku.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzi).
  • “Barang siapa taat kepadaku, ia taat kepada Allah. Barang siapa bermaksiaat kepadaku, ia bermaksiat kepada Allah. Barang siapa taat kepada gubenurku, ia taat kepadaku. Dan barang siapa bermaksiat kepadaa gubenurku, ia bermaksiat kepadaku.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
  • “Sesungguhnya surga diharamkan kepada seluruh nabi hingga aku memasukinya, dan surga diharamkan kepada umat-umat hingga dimasuki umatku.” (Diriwayatkan Ad-Daruquthi. Hadits ini mempunyai banyak sekali jalur yang menjadikannya sebagai hadits hasan).
  • “Jika hari kiamat terjadi, aku imam para nabi, khatib mereka, dan pemilik syafaat mereka. Tidak ada kesombongan dalam hal ini.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
  • “Saya penghulu anak keturunan Adam, orang yang pertama kali terbelah kuburnya pada hari kiamat, orang yang pertama kali memberi syafaat, dan orang-orang yang pertama kali diberi syafaat.” (Diriwayatkan Muslim).

Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 35-46.