Inilah Diantara Dampak Kemaksiatan

Standard

Bentuk-bentuk dosa baik berupa kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan selalu bertambah dari waktu ke waktu, sehingga menjadikan Umat Islam saat ini semakin jauh dari kejayaan dan kemenangan, karena setiap dosa dan kemaksiatan akan berdampak pada :

  • Lemah jasmani dan ruhani, sebagaimana racun masuk ke dalam tubuh dan hati seseorang.
  • Terhalang mendapatkan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang dimasukkan Allah ke dalam hati seorang hamba, sedangkan maksiat akan mematikan cahaya tersebut.
  • Terhalang dalam memperoleh rizki dari Allah, karena ia telah bermaksiat dengan Dzat yang memberikan rizki.
  • Hatinya akan selalu murung, tertutup dan gelap, di hadapan Allah maupun manusia.
  • Setiap urusan akan dipersulit oleh Allah, berbeda dengan orang yang bertaqwa.
  • Terhalang dalam melakukan ketaatan.
  • Mengurangi umur dan rizki serta menghilangkan keberkahannya.
  • Satu kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan yang lain.
  • Melemahkan keinginan berbuat baik.
  • Tidak memandang buruk suatu kemaksiatan.
  • Merupakan warisan kaum durhaka terdahulu.
  • Menyebabkan kehinaan seorang hamba.
  • Menganggap remeh perbuatan dosa.
  • Mendapat kutukan/laknat dari makhluk lain (termasuk binatang ternak).
  • Mewariskan kehinaan.
  • Merusak akal.
  • Terhalang mendapatkan do’a dari Nabi dan para Malaikat.
  • Menimbulkan kerusakan di muka bumi (longsor, gempa, dll).
  • Berdampak pada postur fisik manusia.
  • Memadamkan rasa cemburu.
  • Menghilangkan rasa malu. ‘Malu adalah induk segala kebaikan’ [HR Muslim, 37].
  • Melemahkan hati dalam mengagungkan Allah.
  • Hilangnya kewibawaan di hadapan sesama makhluk.
  • Menyebabkan pelakunya dilupakan oleh Allah.
  • Menyebabkan lupa terhadap dirinya sendiri.
  • Mengeluarkan hamba dari sikap ihsan dan dari kebaikan.
  • Melemahkan perjalanan hati menuju Allah.
  • Menghilangkan nikmat.
  • Menimbulkan ketakutan, keterasingan dan sakitnya hati.
  • Membutakan hati dan pandangan hatinya.
  • Mengecilkan jiwa manusia.
  • Pelaku maksiat berada dalam penjara syahwatnya.
  • Menjatuhkan martabat dan kemuliaan manusia.
  • Mendatangkan celaan.
  • Menyebabkan keterputusan hubungan sesama mukmin.
  • Menjadikan rendah pelakunya.
  • Menyebabkan setan dari jenis jin dan manusia, semakin berani kepada pelaku maksiat.
  • Melemahkan hamba di hadapan dirinya sendiri dan membuat semakin kuat musuhnya.
  • Menjauhkan hamba dari Malaikat pendampingnya.
  • Membinasakan pelakunya.

Hal ini sangat berbeda dengan zaman Sahabat, dimana mereka sangat berhati-hati terhadap setiap perbuatan dosa dan maksiat, sebagaimana yang dituturkan oleh Anas bin Malik, ‘Sesungguhnya kalian mengenal amalan-amalan yang dimata kalian lebih kecil dari rambut, akan tetapi kami memandangkan di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai dosa besar’ [HR Imam Bukhari 6392]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s