Berpaling dari Jalan yang Benar

Standard

Setiap hari, kita meminta kepada Allah untuk ditunjuki jalan yang lurus, yang haq, yang benar, yaitu jalannya yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, para sahabatnya serta tabi’in dan tabi’ut tabi’in [baca : salafus shalih].

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sungguh akan terjadi pada umatku, apa yang telah terjadi pada umat Bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada umatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya Bani Israil berpecah menjadi 72 millah, semuanya di neraka kecuali satu millah saja dan umatku akan terpecah menjadi 73 millah, yang semuanya di neraka kecuali satu millah’. Para sahabat bertanya, ‘Siapa mereka (yang satu millah tersebut) wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya’

Hanya dengan meniti jalan merekalah, kita akan selamat dan mendapat keridhoan dari Allah, karena Umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan yang kesemuanya akan masuk ke dalam neraka, kecuali satu yaitu bagi mereka yang mengikuti jejak salafus shalih dalam memahami agama Islam ini, mempraktekkan dalam amaliahnya serta mendakwahkannya.
‘Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali’. [An Nisaa’ 115]

‘Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang salih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya’. [An Nisaa’ 69]

Sedangkan jalan selain mereka adalah jalan-jalan yang sesat dan menjerumuskan. Jalan-jalan lain tersebut, berpijak pada dua prinsip berikut :

  • Berilmu tapi tidak beramal, mereka menapaki jalannya orang-orang Yahudi yang mendapat kemurkaan dari Allah.
  • Beramal tapi tidak berilmu, mereka menapaki jalannya orang-orang Nashrani yang akan mendapat kesesatan.

Sahabat Nabi mengatakan, ‘Kami, satu kaum yang telah dimuliakan dengan Islam. Jika kami menempuh jalan lain, maka kami akan terhina dan dihinakan oleh Allah’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s