Pentingnya Ikhlas

Standard

PENTINGNYA IKHLAS

  إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

‘Sesungguhnya segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya’ [HR Bukhari & Muslim]  

Kedudukan Hadits :  

  1. Kaum muslimin sepakat tentang tingginya hadits ini dan sangat banyak manfaatnya [2].
  2. Hadits ini merupakan 1/3 ilmu[3] dan 70 bab masalah fiqh [4].
  3. Hadits ini termasuk 30 bab masalah ilmu. Selayaknya setiap penyusun kitab memulai dengan hadits ini untuk mengingatkan penuntut ilmu agar lurus dan baik niatnya [5].
  4. Hadits ini merupakan pokok penting dari prinsip-prinsip agama, bahkan pokok setiap amal [6].
  5. Tidak ada satu hadits pun yang paling lengkap cakupannya dan paling banyak manfaatnya kecuali hadits ini [7].

[1] Ringkasan Bedah Buku Ar Rasaa-il jilid 2, disampaikan di Jakarta Islamic Centre, 5 Agustus 2007, Kerjasama Jakarta Islamic Centre dan Tim Kajian Ilmiah Karyawan Astra (TKIKA)[2] Imam Nawawi[3] Imam Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, dll, silakan merujuk Fathul Baari I/11[4] Imam Syafii, silakan merujuk Syarah Shahih Muslim XIII/53

[5] Imam Abdurrahman bin Mahdi, wafat 198H, silakan merujuk Tuhfatul Ahwadzi V/286

[6] Ibnu Taimiyah, silakan merujuk Majmuu’ul Fataawaa XVIII/249

[7] Abu ‘Abdillah, silakan merujuk Tuhfatul Ahwadzi V/286

Comments are closed.