Diantara Keutamaan Al Qur’an

Standard

 

  • Tidak sah sholat seseorang kecuali membaca sebagian ayat Al Qur’an (yaitu surat Al Fathihah), berdasarkan sabda nabi : ‘Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca surat Al Fathihah’ (HR Bukhari Muslim)
  • Al Qur’an terpelihara dari perubahan dan pengganti, sesuai firman Allah : ‘Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya’ [Al Hijr 9]
  • Al Qur’an terjaga dari pertentangan/kontradiksi apa yang ada di dalamnnya, ‘Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau sekiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya’ [An Nisaa’ 82]
  • Al Qur’an mudah untuk dihapal, ‘Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk dihapal’ [Al Qamar 32]
  • Al Qur’an merupakan mukjizat dan tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya, ‘Atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘Muhammad membuat-buatnya’. Katakanlah, ‘(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya …’ [Yunus 38]
  • Al Qur’an mendatangkan ketenangan dan rahmat bagi siapa saja yang membacanya, ‘Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam suatu majelis kecuali turun pada mereka ketenangan dan diliputi oleh Rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan Allah akan menyebutkan mereka di hadapan para malaikat-Nya’ [HR Muslim]
  • Al Qur’an merupakan petunjuk untuk orang yang hidup, bukan orang yang telah mati, ‘Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup’ [Yaasiin 70]. ‘… dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya’ [An Najm 39]. Imam Syafii rahimahullah mengatakan bahwa pahala bacaan Al Qur’an tidak akan sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan amalan si mayit. Adapun bacaan seorang anak untuk kedua orang tuanya, maka pahalanya bisa sampai kepadanya karena seorang anak merupakan hasil usaha orang tuanya.
  • Al Qur’an sebagai obat hati dari berbagai penyakit, syirik, nifaq maupun penyakit badan, ‘Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi ouang-orang yang beriman. ‘ [Yunus: 57]. ‘Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman’ [Al Isra’ 82]
  • Al Qur’an memintakan syafaat kepada pembacanya, ‘Didatangkan pada hari Kiamat Al-Qur’an dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali Imran yang membela pembaca kedua surat ini‘ [HR, Muslim]. Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat memohonkan syafaat bagi orang yang membacanya (di dunia)’ [HR Muslim]
  • Al Qur’an sebagai hakim atas kitab-kitab sebelumnya, ‘Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu’ [Al Maidah 48]
  • Berita Al Qur’an pasti benar dan hukumnya adil adanya, ‘Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar yang adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya’ [An An’aam 115]
  • Di dalam Al Qur’an terdapat kisah-kisah yang nyata yang penuh hikmah dan pelajaran, dan tidak bersifat khayalan, ‘Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar’ [Al Qashash 3]
  • Al Qur’an mengumpulkan antara kebutuhan dunia dan akhirat, ‘Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu’ [Al Qashash 77]
  • Al Qur’an memenuhi semua kebutuhan hidup manusia, baik aqidah, ibadah, hukum, mu’amalah, akhlaq, politik, ekonomi dan yang lainnya. ‘Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al Kitab (Al Qur’an)’ [Al An’aam 38]
  • Al Qur’an memiliki pengaruh yang kuat terhadap jiwa manusia dan jin. ‘Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an) lalu mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur’an yang menakjubkan (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami’ [Al Jin 1-2]
  • Sebaik-baik orang adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an. ‘Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya‘ [HR. Al-Bukhari]
  • Orang yang mahir membaca Al Qur’an memiliki derajat yang tinggi, ‘Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala‘ [Muttafaq ‘Alaih]. ‘Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an: ‘Bacalah, naiklah dan bacalah dengan pelan sebagaimana yang telah kama lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca‘ [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih].
  • Al Qur’an sebagai petunjuk dan kabar gembira, ‘Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri ‘ [An-Nahl: 89]. ‘Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus‘ [Al-Ma’idah: 15-16].
  • Al Qur’an menenangkan hati dan memantapkan keimanan, ‘Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. [Ar Ra’d 28]
  • Sebagian besar kandungan Al Qur’an adalah mengajak kepada tauhid, terutama tauhid uluhiyah dalam beriibadah, berdo’a dan meminta pertolongan, ‘Kami tidak menyembah kecuali kepadaMu dan kami tidak meminta pertolongan kecuali kepadaMu’ [Al Fathihah]
  • Al Qur’an merupakan sumber syariat yang pertama, mengeluarkan manusia dari kegelapan kufur, syirik dan kebodohan menuju cahaya iman, tauhid dan ilmu, ‘Alif laam raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji’ [Ibrahim 14]
  • Al Qur’an memberitakan perkara-perkara yang ghaib yang akan terjadi, yang tidak dapat diketahui kecuali dengan Wahyu, sebagaimana kebenaran ayat ‘Golongan itu (kafir Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang’ [Al Qamar 45], yang kemudian orang-orang musyrik kalah dalam Perang Badar.
  • Membacanya mendatangkan kebaikan berlipat, ‘Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. ‘ [HR. At-Tirmidzi, hasan shahih].
  • Tidak bolehnya kita hasut kepada orang yang dikaruniai Al Qur’an (benar bacaan, bagus hapalan dan diamalkan),  ‘Tidak boleh hasut kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang ‘(Hadits Muttafaq ‘Alaih).
    Yang dimaksud hasut di sini yaitu mengharapkan seperti apa yang dimiliki orang lain. (Lihat kitab Riyadhus Shaalihiin, hlm. 467-469).

Comments are closed.