Manfaatkan Kesempatan, Raih Kebahagiaan

Standard

‘Dari Abdullah Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata : ‘Suatu saat Rasulullah memegang kedua pundakku sembari bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang dalam perjalanan’ [HR Bukhari].  Selanjutnya Abdullah Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata, ‘Jika engkau di berada pada waktu sore, janganlah menunggu hingga pagi, jika engkau berada pada waktu pagi, janganlah engkau menunggu hingga sore, dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematian bagimu’ Dalam hadits lain, ditambah dengan lafadz : ‘Dan hendaklah kamu menganggap dirimu termasuk orang-orang yang pasti akan mati/menghuni kubur’ [Imam Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majjah] 

KANDUNGAN HADITS INI 

  1. Keteladanan Rasulullah sebagai seorang pendidik.Sebagai seorang pendidik, beliau adalah sosok yang penuh dengan teladan.  Beberapa hikmat yang dapat dipetik ketika memberikan nasihat kepada para sahabatnya adalah :

}         Beliau memanfaatkan waktu yang tepat untuk memberikan nasihat.

}         Membuat perumpamaan-perumpamaan yang mudah untuk dipahami.

}         Menjarangkan dalam memberikan nasihat.

}         Berbicara kepada orang yang dinasihati sesuai dengan kebutuhannya.

}         Memberikan nasihat yang mudah dipahami dan mudah diamalkan.

}         Membenarkan yang benar dan meluruskan yang salah.

}         Semua nasihat tersebut dibingkai dalam keteladanan yang baik & sifat sabar.

  1. Cara Rasulullah dalam memberikan nasihat.Rasulullah sengaja memegang kedua pundak sahabat yang hendak dinasihatinya.  Hal ini menunjukkan perhatian dan keinginannya agar nasihat yang disampaikannya itu betul-betul meresap ke dalam relung hatinya, sampai ke dalam dirinya dengan penuh kesadaran.  Hal ini juga menandakan kedekatan seorang rasul terhadap sahabat-sahabatnya, menunjukkan keakraban dan kecintaannya kepada para sahabatnya. 
  2. Fananya kehidupan dunia dan kekalnya kehidupan akhirat. 
  3. Dunia adalah jembatan dan jalan menuju akhirat. 
  4. Nasihat Abdullah ibnu Umar untuk memanfaatkan waktu. 
  5. Hendaknya seorang muslim berlomba-lomba melakukan kebajikan, memperbanyak ketaatan. 
  6. Orang muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan, peluang-peluang yang ada dan momen-momen tepat untuk memperbanyak amal shalih.  Janganlah berangan-angan untuk menunda pekerjaan, karena dia tidak akan tahu kapan ajal akan menjemput dirinya. 
  7. Anjuran untuk bersikap zuhud terhadap dunia, berpaling dari kesibukan-kesibukan yang tidak mendatangkan manfaat di akhirat, bukan berarti meninggalkan kerja, usaha dan aktivitas.  Yang dimaksud adalah kesibukan yang melupakannya untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat. 
  8. Tugas seorang muslim adalah bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal shalih, memperbanyak bentuk-bentuk kebaikan disertai dengan sikap selalu waspada terhadap hukuman dan ancaman dari Allah, sehingga semakin tumbuh semangat untuk beramal shalih, layaknya takutnya seorang musafir sekiranya tidak sampai ke tempat yang dituju. 
  9. Waspada dari teman-teman yang jahat, sehingga seorang muslim tidak terjerat atau terjerumus ke dalam tujuan-tujuan yang hakiki, yaitu kehidupan yang abadi di akhirat. 
  10. Kewajiban seorang muslim untuk beramal di dunia dalam memenuhi kebutuhannya, dan menjadikan dunia ini sebagai sarana untuk mendapatkan pahala yang berlipat di akhirat kelak. 
  11. Hadits ini menunjukkan kemuliaan ajaran Islam, yang memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk bersikap seimbang dalam beramal, baik beramal untuk kehidupan di dunia dan yang lebih penting adalah untuk kehidupannya yang abadi di akhirat.

(Disarikan dari Al Wafi, Syarah Hadits Arbain, Dr. Musthafa Dieb Al Bugha dan Dr. Muhammad Sa’id Al Khin) 

Comments are closed.