Shalat Berjamaah di Mata Para Sahabat & Ulama

Standard

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih- nya, Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata: “Sungguh kalian telah menyaksikan bahwa tidaklah meninggalkan shalat berjamaah kecuali orang munafik yang nyata kemunafikannya. Dan dulu, sungguh pernah ada laki-laki yang dibawa (ke masjid) dengan dipapah dua orang dan didirikan di dalam barisan (shaf shalat).”  

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Penuhnya telinga anak Adam dengan timah yang mendidih lebih baik baginya daripada ia mendengar seruan (adzan) tetapi ia tidak memenuhinya.”  

Abdullah bin Umar radhiallahu anhu berkata: Jika kami kehilangan seorang laki-laki dalam shalat Shubuh dan Isya’ maka kami bersangka buruk kepadanya.” (Shahihut Targhib wat Tarhib , 411)  

Sumber: Risalah Ajilah ila Jaril Masjid, Muhammad Al-Musnid; Ila Man Takhallafa an Shalatil Jamaah, Hamd Al-Huraiqi; Al-Mutakhallifun an Shalatil Jamaah , Abdul Azis Rawah: Ahammiyatu Shalatil Jama’ah, Dr. Fadhl Ilahi. dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s