Riya’ : Bencana Terselubung

Standard

Bentuk-Bentuk Riya’ Untuk mencapai tujuanya ahli riya’ menggunakan banyak jalan diantaranya:

  1. Dengan tampilan fisik, yaitu seperti menampilkan fisik yang lemah lagi pucat dan suara yang sangat lemah agar dianggap sebagai orang yang sangat takut akhirat, atau rajin berpuasa.
  2. Dengan penampilan, yaitu seperti membiarkan bekas sujud di dahi dan pakaian yang seadanya agar tampil seperti ahli tasawuf.
  3. Dengan perkataan, yaitu seperti banyak memberikan nasihat dan sebagainya.
  4. Dengan amal, yaitu seperti memperlama rukuk dan sujud ketika shalat agar tampak khusu’ dan lain-lain.

 

Nasib Ibadah Yang Tercampur Riya’ Amal ibadah tercampur dengan riya’ hukumnya sebagai berikut:

  1. Apabila pendorong amal adalah murni karena riya’, maka ibadah tersebut batal dan berdosa.
  2. Apabila tujuan ibadah untuk Alloh akan tetapi kemasukan riya’ maka ibadah tersebut sah dan berpahala akan tetapi juga berdosa sekadar tambahan riya’nya.
  3. Apabila merasa senang jika dipuji setelah selesai beribadah maka tidak berpengaruh kepada pahala ibadahnya.
  4. Apabila menceritakan ibadah yang telah dikerjakan dengan maksud mendapat pujian maka bisa menghapus pahala ibadahnya.

 

Pengobatan Riya’Untuk menghilangkan riya’ maka dapat ditempuh cara-cara berikut ini, yaitu:

  1. Memahami macam-macam tauhid dan memurnikannya dengan beribadah kepada Alloh atas dasar pemahaman terhadap asma’ dan sifat-Nya.
  2. Meyakini dengan sebenarnya bahwa dirinya hanyalah seorang hamba. Seorang hamba tidak berhak meminta kompensasi dalam pengabdiannya kepada Tuhannya.
  3. Senantiasa memperhatikan nikmat karunia dan taufik Alloh kepadanya. Semua yang terjadi pada dirinya adalah murni dari Alloh bukan merupakan daya dan kekuatannya.
  4. Senantiasa ingat terhadap dosa dan kemaksiatannya. Sadar bahwa amalnya sangat sedikit dan tidak bersih.
  5. Takut terhadap murka Alloh.
  6. Memperbanyak ibadah secara sembunyi-sembunyi.
  7. Mengingat kematian adzab kubur dan bencana di hari kiamat.
  8. Memahami riya’ dan celah-celah masuknya riya’.
  9. Ingat dampak jelek riya’ di dunia dan akhirat.
  10. Berdo’a kepada Alloh agar dibebaskan dari riya’.

 

Penulis: Abu Sulaiman Syarif Mustaqim, sumber : muslim.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s