Mengapa Dosa Kecil bisa Menjadi Dosa Besar?

Standard

Adikku yang dirahmati Allah, dosa kecil dapat menjadi besar karena beberapa sebab, di antaranya: 

1. Apabila dilakukan dengan konsisten dan terus menerus.Sebagian ulama As-Salaf mengatakan : “Tidak ada yang namanya dosa kecil apabila dilakukan dengan terus-menerus. Dan tidak ada yang dinamakan dengan dosa besar, bila diiringi dengan taubat.” 

2. Karena diremehkan.Sesungguhnya perbuatan dosa itu apabila dianggap berat oleh seorang hamba, akan menjadi kecil di sisi Allah. Namun sebaliknya apabila diremehkan, ia akan menjadi besar di sisi Allah. Karena anggapan sebuah dosa sebagai dosa yang besar, berpangkal dari hati yang benci kepadanya dan berupaya menghindarinya. 

3. Apabila seorang hamba merasa senang melakukannya.Kegembiraan,kebanggaan, dan kelengahan seorang hamba terhadap dosa tersebut, menjadikannya sebagai dosa besar.  

4. Apabila menyepelekan pengampunan Allah, merasa santai dan kurang perhatian.Ia tidak sadar bahwa kesantaiannya itu karena Allah memang membiarkannya demikian agar semakin bertumpuk dosa-dosanya. Ia justru beranggapan bahwa ia dapat berbuat maksiat karena Allah memang peluang. Itulah yang dinamakan dengan “merasa aman” terhadap siksa Allah dan kebodohannya dengan tertipu oleh anggapannya terhadap Allah. Sebagaimana difirmankan oleh Allah: 

“Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri: ‘Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu’ Cukuplah bagi mereka naar Jahannam yang akan mereka masuki. Dan naar itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Al-Mujadilah:8) 

5. Apabila dosa itu dilakukan dengan terang-terangan.Yakni apabila seseorang menyebut-nyebutnya setelah ia melakukannya, atau melakukannya di hadapan orang banyak. “Setiap umatku dapat diampuni dosa-dosanya, kecuali orang yang mengekspos perbuatan dosanya. Contoh dari mengekspos dosa adalah seorang lelaki yang berbuat dosa di malam hari, pagi
harinya, Allah telah menutupi perbuatannya itu agar tidak diketahui oleh orang lain. Namun ia justru berkata: ‘Wahai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu.’ Di malam hari, hanya Allah yang mengetahui perbuatan dosanya, namun di pagi hari justru dia sendiri yang menyiarkannya.”
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
 

6. Apabila dilakukan oleh orang alim yang menjadi panutan.Apabila ia melakukan dosanya itu dengan disaksikan orang lain, dosanya menjadi dosa besar. Seperti menggunjing orang dengan lidahnya, atau berkata kasar dalam perdebatan, atau menyepelekan orang dengan sengaja, atau sibuk mempelajari ilmu yang bertujuan hanya untuk mencari kedudukan, seperti ilmu retorika perdebatan. “Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (Yasin:12) 

Sumber: Dosa – Bahaya dan Pencegahannya oleh Muhammad b.Ahmad Rasyid Ahman, penerbit At-Tibyan halaman 50-55, jilbab online

Comments are closed.