MENITI SUNNAH : SATU KEHARUSAN BAGI SETIAP KITA

Standard

Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” (hadits hasan sahih yang kami riwayatkan dari Kitabul Hujjah dengan sanad yang sahih)

Penjelasan: hadits ini berderajat hasan sebagaimana yang dihasankan Imam Nawawi. “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” memiliki makna:

  1. Keimanan yang sempurna tidak akan terwujud sampai hawa nafsu & harapan seseorang mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .
  2. Seseorang wajib mendahulukan kehendak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibandingkan dengan kehendaknya serta mendahulukan syariat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari pada hawa nafsunya.
  3. Jika terdapat pertentangan antara harapannya dengan sunnah, maka dia akan mendahulukan sunnah.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (At Taubah: 24)

  1. Maka seseorang wajib untuk lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dibandingkan selain keduanya. Jika seseorang sudah berbuat demikian, maka hawa nafsunya sudah mengikuti apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian” mengandung makna meniadakan kesempurnaan keimanan yang wajib. Makna ini adalah makna zhohir yang sesuai dengan. Penjelasan lebih lengkap terdapat Kitab At Tauhid.

Sumber : Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohulloh | source : http://muslim.or.id

Comments are closed.