MENGAPA HARUS AQIDAH DULU?

Standard

Setiap bangunan memiliki pondasi, dan pondasi agama ini adalah aqidah tauhid yang murni. Bila aqidah sudah benar, maka yang lainnya hanya mengikuti saja. Sebaliknya, bila rusak, maka rusaklah seluruh amalan. Pembicaraan tentang aqidah dan urgensinya adalah sesuatu yang lebih penting dari setiap yang terpenting. Hal ini karena beberapa sebab:

1. Karena aqidah adalah Tugas Pertama Setiap Nabi dan Rasul

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Taghut.،¨ (QS.an-Nahl:36)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia.” (QS.al- An،¦am:153)

2. Karena Ia Merupakan Hak Allah subhanahu wata،¦ala Yang Diwajibkan-Nya Atas Para Hamba-Nya

“Hak Allah atas para hamba adalah bahwa hendaknya mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan Nya dengan sesuatu pun.” (HR.al-Bukhari)

3. Karena Ia Merupakan Jalan Keselamatan Dari Neraka

“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka atas orang yang mengucapkan, La ilaha illallah, yang ia hanya berharap keridhaan Allah.” (HR.Muslim)

4. Karena Ia Merupakan Hal Pertama Yang Wajib Didakwahkan

“Hendaklah hal pertama yang kamu dakwahkan kepada mereka, persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Hingga mereka menauhidkan Allah.” (HR. al-Bukhari).

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ،§Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.،¨ Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang memper sekutukan Tuhan.،¨ (QS. an-Nahl:123)

5. Karena Allah Mengharamkan Siapa Saja Yang Menentangnya

“Katakanlah, ،’Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu, janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.” (QS. al-An ’am:151)

6. Tidak Ada Keshalihan Kebaikan Bagi Umat Ini Kecuali Dengan Apa Yang Dulu Membuat Generasi Pertama Baik.

Generasi pertama dulu baik karena kejernihan aqidah dan keikhlasan hati mereka terhadap Allah subhanahu wata،¦ala Yang Maha mengetahui hal-hal yang ghaib. Inilah satu-satunya solusi bagi keshalihan (baiknya) umat ini di setiap masa dan tempat. Aqidah bukan masalah akal semata, tetapi ia adalah kekuatan yang bekerja dan bergerak. Bila mencampuri keceriaan hati, ia akan mengubahnya dalam setiap urusannya, baik dari sisi pandangan dan Talaqqi (pengambilan dari sumber asli); dari sisi amal dan pengarahan atau pun dari sisi kesesuaian prilaku terhadap apa yang ada di dalam hati.

SUMBER: Buletin An Nur, dari Masa’il Hammah Fi Tauhid al-‘Ibadah, Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani.

Comments are closed.