KERUSAKAN DAN BAHAYA SYIRIK

Standard

Perbuatan syirik menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat. Adapun kerusakan dan bahaya yang paling menonjol adalah:  

Pertama, Syirik menghinakan manusia. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai penguasa di muka bumi dan memuliakannya dengan menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi. “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh bu-rung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) 

Kedua, Syirik adalah sarang khurafat dan kebatilan. Sebab orang yang mempercayai adanya sesuatu yang bisa memberi pengaruh selain Allah di alam ini, seperti bintang, jin, arwah atau hantu berarti menjadikan akalnya rusak dan ditipu.  Ketiga, Syirik adalah kezhaliman yang sangat besar. Karena mereka menjadikan selain Allah sebagai Tuhan dan penguasa. Mereka menjadikan dirinya sebagai hamba bagi makhluk sesama ciptaan Allah, yang mungkin saja lebih rendah dari dirinya. Padahal Allah telah menjadikan manusia sebagai makhluk yang merdeka. 

Keempat, Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan. Ia akan diliputi ketakutan dari berbagai arah. Sebab ia menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberi manfaat atau menolak bahaya bagi dirinya. “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa ta-kut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.” (Ali Imran: 151) 

Kelima, Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan perantara, sehingga mereka meninggalkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa, dengan disertai keyakinan bahwa mereka akan memberinya syafa’at (pertolongan) di sisi Allah. “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.’Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya baik di langit dan tidak (pula) di bumi.’ Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).” (Yunus: 18) Contohnya : orang-orang Kristen yang melakukan berbagai macam kemung-karan juga mempercayai bahwa Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka, ketika ia disalib. Demikian pula sebagian umat Islam, mereka meninggalkan berbagai kewajiban, melakukan ragam perbuatan haram, tetapi mereka tetap mengandalkan syafa’at Rasul mereka agar dapat masuk Surga. Padahal Rasulullah j kepada putrinya sendiri berkata: “Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku seke-hendakmu, (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah.” (HR. Al-Bukhari) 

Keenam, Syirik menyebabkan abadi di dalam Neraka. Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia. Sedang di akhirat, menyebabkan pelakunya abadi di dalam Neraka. “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, Tidaklah bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Al-Maa’idah: 82). “Barangsiapa meninggal sedang ia berdo’a (memohon) kepada selain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya ia masuk Nera-ka.” (HR. Al-Bukhari)  Ketujuh, Syirik memecah belah umat.  “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golong-an merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Ruum: 31-32) 

Sumber : JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Comments are closed.