DIANTARA PRAKTEK KESYIRIKAN YANG HARUS KITA JAUHKAN

Standard

Bentuk-bentuk kesyirikan yang merambah di tengah-tengah masyarakat yang harus kita jauhkan dan hindari, diantaranya adalah : 

  • Memakai jimat penangkal marabahaya, berupa gelang, benang, sabuk, keris, kertas bertuliskan huruf Arab dan lain-lain. 
  • Sihir dan segala praktek yang terkait dengannya, meskipun dikemas dengan nama-nama yang bagus seperti tukang ramal, ahli nujum, supranatural, orang pintar dan paranormal. Yang pada hakikatnya, mereka semua telah menggunakan jin dan syeitan sebagai penolong untuk menipu dan menjerumuskan kaum muslimin ke jurang neraka yang paling dalam. 
  • Mengharapkan keberkahan melalui Laut Selatan, pohon-pohon dan kuburan yang dianggap keramat. 
  • Menyembelih binatang dengan menyebut nama selain Allah, untuk tumbal, dan lain-lain. 
  • Menyeru kepada orang-orang shalih yang telah meninggal seperti Syaikh Abdul Qadir Jaelani, Syaikh Saman, dan lain-lain. Seolah-olah merekalah yang paling berhak untuk merekomendasikan terkabulnya do’a seorang hamba kepada Khaliqnya. 
  • Berlebih-lebihan kepada orang shalih atau bahkan orang yang dianggap wali, padahal dia sangat jauh dari ketaatan kepada Allah dan menegakkan sunnah nabi. 
  • Mentaati ulama dan umara’ dalam mengharamkan apa yang dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Karena pada hakekatnya, mereka telah mempertuhankan mereka. 
  • Mengingkari sebagian dari asma’ dan sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala atau membatasi jumlah asma’ dan sifat-Nya. Mereka telah berdusta atas nama Allah, menyatakan sesuatu yang berbeda dengan yang Allah telah tetapkan, sebagaimana yang banyak tersurat dalam nash-nash Al Qur’an maupun As Sunnah. 
  • Memperolok-olok Allah, ayat-ayatNya dan Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam meski hanya untuk bersenda gurau saja. 
  • Bersumpah dengan nama selain Allah, meski isi sumpah tersebut benar adanya. 
  • Nusyrah 
  • Tathayyur 
  •  Mencaci maki angin dan masa atau memberikan gelaran yang buruk terhadap masa misalnya dengan sebutan zaman edan [semoga Allah melindungi kita dari hal yang demikian], karena Allah-lah yang menciptakan masa. Sehingga dengan mencaci ciptaanNya, sama artinya dengan mencaci yang menciptakanNya. 
  • Menggunakan istilah-istilah yang mengandung kesyirikan kepada selain Allah, seperti Raja Diraja, Hakim-para Hakim, mengatakan ’Wahai, hambaku ..’ 
  • Membuat gambar atau patung makhluk hidup, karena Allah-lah yang menciptakan dan memberikan ruh kepada makhluk hidup. 
  • Perkataan ’Andaikata …’ apabila mendapat musibah atau kegagalan. 
  • Riya’ [berkeinginan supaya amalnya dilihat oleh manusia] dan sum’ah [ingin supaya amalnya didengar oleh orang lain]. 

     اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, agar tidak menyekutukan kepadaMu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.” 

Sumber : JALAN MENUJU KEJAYAAN dan KEMENANGAN ISLAM, disampaikan oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas pada Tabligh Akbar di Masjid Al Hikmah, Perum Irigasi, Bekasi pada tanggal 17 Agustus 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s