FAKTA SEPUTAR MUSIBAH

Standard

Janganlah adik-adik mengeluh dengan azhab yang menimpa di negeri kita. Sesungguhnya bencana-bencana itu, gempa bumi, lumpur panas, tsunami, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan dan yang lainnya tidaklah lepas dari beberapa hal: 

  1. Musibah yang ditimpakan kepada manusia, semuanya merupakan qada (ketentuan) Allah. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah. (Q.S. At Taghabun: 11). Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. (Q.S. Al Hadid: 22).  Allah telah menuliskan takdir makhluk 50.000 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. (HR Muslim) 
  2. Musibah yang terjadi disebabkan oleh kedzaliman manusia. Ketahuilah, bahwa kedzaliman manusia yang terbesar adalah berbuat syirik, dengan mempersekutukan Allah dengan selainnya. “Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13). Di antara perbuatan syirik adalah menyembah kuburan, berdoa kepada orang yang sudah mati, memakai jimat, mendatangi dukun dan paranormal. Kemudian dosa terbesar setelah dosa syirik yang menyebabkan turunnya azhab Allah adalah durhaka kepada orangtua, meninggalkan sholat dengan sengaja.  
  3. Musibah yang menimpa manusia disebabkan oleh kebodohan mereka terhadap agama. Semua kejelekan disebabkan oleh kebodohan. Kebodohan merupakan penyakit yang kronis, obatnya hanya dua, yaitu Al Qur`an dan As Sunnah, dan dokternya adalah ulama rabbani (Ibnul Qayyim Al Jauziyah). 
  4. Musibah yang terjadi disebabkan oleh munculnya penyimpangan-penyimpangan dari manhaj yang haq. ‘Sesungguhnya orang yang hidup dari kalian, niscaya akan mendapati setelahku perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, gigitlah dengan gigi geraham kalian (peganglah kuat-kuat). Dan hati-hatilah dari perkara-perkara yang baru (dalam ibadah), sesungguhnya setiap perkara yang baru adalah bid`ah dan setiap bid`ah adalah sesat.’ (SHOHIH, Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan masih banyak lagi) 
  5. Musibah yang melanda disebabkan oleh tipu daya orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan juga syaitan. ‘Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar’. (QS Al Furqon ayat 52) 
  6. Musibah yang terjadi ini disebabkan sedikitnya manusia yang menyeru kepada yang ma`ruf dan mencegah dari hal yang mungkar. ‘Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung’. (Ali Imran 104). Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya jika kalian tidak menyeru kepada yang ma’ruf dan melarang dari perbuatan mungkar, maka Allah akan menurunkan azhab-Nya, hingga jika kalian berdoa, maka Allah tidak akan mengabulkan doa kalian. (HR Tirmidzi, hasan). Tindakan amar ma’ruf nahi mungkar dipenuhi dengan beberapa tahapan, yaitu: 1. Ilmu, 2. Lemah lembut (Rifq), 3. Memiliki kemampuan, 4. Sabar 
  7. Musibah yang menimpa kaum Muslimin disebabkan kecintaan mereka terhadap dunia dan takutnya kepada kematian. ’Hampir saja seluruh umat berkumpul untuk mengeroyok kalian sebagaimana mereka merebut makanan di atas bejana yang besar. Lalu sahabat bertanya, Apakah jumlah kami sedikit saat itu? Lalu Nabi bersabda, Bahkan jumlah kalian banyak (mayoritas). Akan tetapi kalian laksana buih. Allah mencabut rasa takut di dalam dada musuh-musuh kalian dan menimpakan pada kalian penyakit wahn. Sahabat bertanya, Apakah wahn itu? Nabi bersabda, Cinta dunia dan takut mati’. (Abu Daud, Ahmad dan selainnya dengan sanad SHOHIH LIGHORIHI). ’Apabila kalian telah berjual beli dengan riba dan memegang ekor-ekor sapi serta ridho dengan pertanian kemudian kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Dan kehinaan itu tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian’. (SHOHIH, Abu Daud, Baihaqi) Maksudnya apabila manusia telah ridho terhadap tiga hal: 1. Berjual beli dengan sistem riba, 2. Sibuk dengan urusan dunia (peternakan dan pertanian), 3. Meninggalkan jihad 

Maka Allah Azza wa Jalla akan menguasakan kehinaan kepada umat Islam, hingga mereka kembali kepada Kitabulloh dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu, hendaklah umat Islam kembali kepada agama mereka. Karena dengan demikian, segala macam musibah yang menimpa mereka akan segera diangkat dari muka bumi.

(Mudhaharoh disampaikan oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ini ditulis kembali dengan beberapa tambahan. Dipersilakan bagi yang ingin menyalin, tanpa tujuan komersil), yang sangat mengharapkan ampunan Robbnya Yang Maha Kuasa, abu ‘abdirrohmaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s