Daily Archives: April 2, 2007

KETIKA MUSIBAH MENERPA, KUPANJATKAN DO’A

Standard

DOA PENAWAR HATI YANG DUKA اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

Allohumma innii a’uudzubika minalHammi, walhuzni, wal’ajzi, walkasali, walbukhli waljubni, wa dhola’iddayni wagholabatirrijali“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”[1] 

BILA TERTIMPA YANG TIDAK DISENANGI  قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ. Qodarulloohi wa maa syaa a fa’ala “Allah sudah menakdirkan sesuatu yang dikehendaki dan dilakukan.”[2]
 

DOA UNTUK KESEDIHAN MENDALAM  اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.

Allohumma rohmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘aini, wa ashlihlii sya’nii kullahu, laa ilaha illaa anta “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”[3] 

DOA KETIKA MENGALAMI KESULITAN 

 اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً Allohumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alulhazna idzaa syi’ta sahlaaYa Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mu-dah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau meng-hendakinya.”[4] 

DOA KETIKA TERTIMPA MUSIBAH 

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun, Allohumma ujurnii fii mushiibatii wa akhliflii khoiron minhaa “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”[5] 

DOA TERHINDAR DARI SYIRIK 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ. Allohumma innii a’uudzubika an usyrika bika wa anaa a’lamu, wa astaghfiruka limaa laa a’lamu “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, agar tidak menyeku-tukan kepadaMu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”[6] 


BILA ADA YANG MENYUSAHKAN الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Alhamdulillahi ‘alaa kulli haal”Segala puji bagi Allah, atas segala keadaan”. [7]  BACAAN KETIKA SAKIT 

Letakkan tangan pada tubuh yang sakit, dan bacalah: “Bismillaah tiga kali, lalu bacalah tujuh kali: أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

A’uudzubillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir(Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti.)[8]


[1] HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah j senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.

[2] HR. Muslim 4/2052.

[3] HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.

[4] HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, dan dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, h. 106.

[5] HR. Muslim 2/632.

[6] HR. Ahmad dan imam yang lain 4/403, lihat Shahihul Jami’ 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh Al-Albani 1/19.

[7] HR. Ibnu Sunni dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih 1/499. Al-Albani menyatakan, hadits terse-but sahih dalam Shahihul Jami’ 4/201.

[8] HR. Muslim 4/1728.

Advertisements

MENGENAL ALLAH DENGAN CARA SEDERHANA

Standard

Adikku, kita dapat mengenal Allah ‘Azza Wajalla dengan cara yang sederhana, diantaranya :  

  • Bahwa Allah Esa, tiada sekutu bagi-Nya.  
  • Bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu. Pencipta langit, bumi, manusia, hewan, pohon-pohonan, sungai dan lain-lainnya. Ketika kita bejalan-jalan di taman atau padang, tentang siapakah Pencipta air, sungai, bumi, pepohonan dan lain-lainnya? Itulah diantara ciptaan dan keagungan Allah.  
  • Kita harus mencintai Allah, karena banyaknya nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan Allah untuk kita dan keluarga kita. Siapakah yang memberi kita pendengaran, penglihatan dan akal? Siapakah yang memberi kita  kekuatan dan kemampuan untuk bergerak? Siapakah yang memberi rizki dan makanan untuk kita dan keluarga? Untuk itu wajib bagi kita bersyukur kepada Allah atas nikmat yang banyak ini.
  • “Tidakkah kamu perhatian sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempumakan untukmu nikmatnya lahir dan batin…” (Surah Luqman : 20).
    “Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan  rizki kepadamu dari langit dan bumi….” (Surah Fathir :3).
    Dan dengan rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dai karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepadan-Nya.” (Surah Al Qashash : 73).

Sumber : PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM, oleh : Yusuf Muhammad Al-Hasan 

FAKTA SEPUTAR MUSIBAH

Standard

Janganlah adik-adik mengeluh dengan azhab yang menimpa di negeri kita. Sesungguhnya bencana-bencana itu, gempa bumi, lumpur panas, tsunami, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan dan yang lainnya tidaklah lepas dari beberapa hal: 

  1. Musibah yang ditimpakan kepada manusia, semuanya merupakan qada (ketentuan) Allah. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah. (Q.S. At Taghabun: 11). Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. (Q.S. Al Hadid: 22).  Allah telah menuliskan takdir makhluk 50.000 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. (HR Muslim) 
  2. Musibah yang terjadi disebabkan oleh kedzaliman manusia. Ketahuilah, bahwa kedzaliman manusia yang terbesar adalah berbuat syirik, dengan mempersekutukan Allah dengan selainnya. “Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13). Di antara perbuatan syirik adalah menyembah kuburan, berdoa kepada orang yang sudah mati, memakai jimat, mendatangi dukun dan paranormal. Kemudian dosa terbesar setelah dosa syirik yang menyebabkan turunnya azhab Allah adalah durhaka kepada orangtua, meninggalkan sholat dengan sengaja.  
  3. Musibah yang menimpa manusia disebabkan oleh kebodohan mereka terhadap agama. Semua kejelekan disebabkan oleh kebodohan. Kebodohan merupakan penyakit yang kronis, obatnya hanya dua, yaitu Al Qur`an dan As Sunnah, dan dokternya adalah ulama rabbani (Ibnul Qayyim Al Jauziyah). 
  4. Musibah yang terjadi disebabkan oleh munculnya penyimpangan-penyimpangan dari manhaj yang haq. ‘Sesungguhnya orang yang hidup dari kalian, niscaya akan mendapati setelahku perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, gigitlah dengan gigi geraham kalian (peganglah kuat-kuat). Dan hati-hatilah dari perkara-perkara yang baru (dalam ibadah), sesungguhnya setiap perkara yang baru adalah bid`ah dan setiap bid`ah adalah sesat.’ (SHOHIH, Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan masih banyak lagi) 
  5. Musibah yang melanda disebabkan oleh tipu daya orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan juga syaitan. ‘Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar’. (QS Al Furqon ayat 52) 
  6. Musibah yang terjadi ini disebabkan sedikitnya manusia yang menyeru kepada yang ma`ruf dan mencegah dari hal yang mungkar. ‘Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung’. (Ali Imran 104). Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya jika kalian tidak menyeru kepada yang ma’ruf dan melarang dari perbuatan mungkar, maka Allah akan menurunkan azhab-Nya, hingga jika kalian berdoa, maka Allah tidak akan mengabulkan doa kalian. (HR Tirmidzi, hasan). Tindakan amar ma’ruf nahi mungkar dipenuhi dengan beberapa tahapan, yaitu: 1. Ilmu, 2. Lemah lembut (Rifq), 3. Memiliki kemampuan, 4. Sabar 
  7. Musibah yang menimpa kaum Muslimin disebabkan kecintaan mereka terhadap dunia dan takutnya kepada kematian. ’Hampir saja seluruh umat berkumpul untuk mengeroyok kalian sebagaimana mereka merebut makanan di atas bejana yang besar. Lalu sahabat bertanya, Apakah jumlah kami sedikit saat itu? Lalu Nabi bersabda, Bahkan jumlah kalian banyak (mayoritas). Akan tetapi kalian laksana buih. Allah mencabut rasa takut di dalam dada musuh-musuh kalian dan menimpakan pada kalian penyakit wahn. Sahabat bertanya, Apakah wahn itu? Nabi bersabda, Cinta dunia dan takut mati’. (Abu Daud, Ahmad dan selainnya dengan sanad SHOHIH LIGHORIHI). ’Apabila kalian telah berjual beli dengan riba dan memegang ekor-ekor sapi serta ridho dengan pertanian kemudian kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Dan kehinaan itu tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian’. (SHOHIH, Abu Daud, Baihaqi) Maksudnya apabila manusia telah ridho terhadap tiga hal: 1. Berjual beli dengan sistem riba, 2. Sibuk dengan urusan dunia (peternakan dan pertanian), 3. Meninggalkan jihad 

Maka Allah Azza wa Jalla akan menguasakan kehinaan kepada umat Islam, hingga mereka kembali kepada Kitabulloh dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu, hendaklah umat Islam kembali kepada agama mereka. Karena dengan demikian, segala macam musibah yang menimpa mereka akan segera diangkat dari muka bumi.

(Mudhaharoh disampaikan oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ini ditulis kembali dengan beberapa tambahan. Dipersilakan bagi yang ingin menyalin, tanpa tujuan komersil), yang sangat mengharapkan ampunan Robbnya Yang Maha Kuasa, abu ‘abdirrohmaan

MENGENAL MALAIKAT & TUGASNYA

Standard

Berikut ini nama beberapat malaikat-malaikat Allah Ta’ala beserta tugas-tugasnya :  

  • Jibril. Adalah malaikat yang diberikan amanat untuk menyampaikan wahyu, turun membawa petunjuk kepada Rasul agar disampaikan kepada umat. “Aku melihatnya (Jibril) turun dari langit, tubuhnya yang besar menutupi antara langit sampai bumi” (HR. Muslim). Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat jibril memiliki enam ratus sayap (HR. al Bukhari) 
  • Mika-il. Bertugas mengatur hujan dan tumbuh-tumbuhan dimana semua rizki di dunia ini berkaitan erat dengannya. “Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mika-il, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 98) 
  •  Israfil. Bertugas meniup sangkakala atas perintah Rabb-nya dengan tiga kali tiupan. Pertama adalah tiupan keterkejutan, tiupan kedua adalah tiupan kematian dan tiupan ketiga adalah tiupan kebangkitan. 
  • Malik. Penjaga neraka. “Mereka berseru, ‘Hai Malik, biarlah Rabb-mu membunuh kami saja’. Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini)’. Sesungguhnya Kami telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan diantara kamu benci kepada kebenaran itu” (QS. Az Zukruf : 77-78) 
  • Ridhwan. Penjaga Surga.  
  • Munkar dan Nakir. “Tatkala orang yang mati telah dikubur, datanglah kepadanya dua malaikat yang hitam kebiruan, salah satu diantara keduanya dinamakan Munkar dan yang lainnya dinamakan Nakir” (HR. Tirmidzi) 
  • Harut dan Marut. Keduanya termasuk malaikat yang namanya tertulis di dalam al Qur’an. “Padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut” (QS. Al Baqarah : 102) 
  • Ar Ra’d. Bertugas mengatur awan. Mereka bertanya, ‘Beritahukan kepada kami tentang ar Ra’d, apakah itu ?’. Beliau menjawab, ‘Salah satu malaikat yang diserahi tugas untuk mengatur awan’” (HR. an Nasai, dihasankan oleh Syaikh al Albani) 
  • ‘Izra-il. Penamaannya dengan malaikat maut tidak disebutkan dengan jelas di dalam al Qur’an maupun hadits-hadits yang shahih. Adapun penamaan dirinya dengan ‘Izrail terdapat di sebagian atsar. WallaHu a’lam. (al Bidaayah wan Nihaayah I/42) 
  • Raqib dan ‘Atid. Sebagian ulama menjelaskan bahwa diantara malaikat ada yang benama Raqib dan ‘Atid. “Maa yalfizhu min qaulin illaa ladayHi raqiibun ‘atiidun yang artinya “Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf : 18). Namun demikian pendapat ini tidak benar, wallaHu a’lam. Keduanya hanya sifat bagi dua malaikat yang mencatat perbuatan hamba. Makna Raqib dan ‘Atid ialah dua malaikat yang hadir, menyaksikan di dekat hamba, bukan dua nama dari dua malaikat (al Bidaayah wan Nihaayah I/35-49)  Sumber : Memasuki Dunia Malaikat, Shalahuddin Maqbul Ahmad, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Syawwal 1427 H/November 2006 M.