ISLAM Melindungi Kesucian Wanita

Standard

Oleh Prof. Dr. Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bertakwalah kalian kepada Allah (dalam menangani) istri-istri. Sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan rasa aman dari Allah, menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka, (ialah) mereka tidak boleh memasukkan ke ranjang kalian seseorang yang kalian benci. Jika mereka melakukannya, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Bagi mereka (yang menjadi kewajiban) atas kalian memberi rezki dan sandang bagi mereka dengan sepantasnya”. [HR Muslim, 1218]

Agama Islam yang hanif, dengan arahan-arahan yang lurus serta
petunjuk-petunjuknya yang penuh hikmah, memelihara wanita, melindungi
kemuliaan dan martabatnya. Juga menjamin terwujudnya kemuliaan dan
kebahagiaanya.

Islam telah membuka jalan bagi wanita untuk meraih nikmatnya kehidupan,
jauh dari suasana yang meragukan dan fitnah, serta (jauh) dari
kejelekan dan kerusakan. Ajaran-ajaran Islam merupakan katup pengaman
tidak hanya bagi diri wanita, tetapi bersifat menyeluruh untuk
masyarakat, supaya tidak terjerat kejelekan dan fitnah. Dan Islam
berfungsi untuk mencegah dari musibah dan prahara yang bakal menimpa.

Apabila rambu-rambu Islam yang berkaitan dengan wanita telah lenyap
dari tatanan masyarakat, maka akan timbul kerusakan, keburukan dan
bahaya datang silih berganti. Fakta sejarah telah menjadi saksi.
Barangsiapa yang mencermati sejarah sepanjang zaman, akan menyimpulkan
bahwa faktor yang sangat berpengaruh bagi kehancuran sebuah peradaban,
hancurnya komunitas, kemerosotan moral, menjamurnya tindakan amoral dan keruntuhan nilai-nilai luhur, serta meluasnya tindakan kriminal, adalah
terlepasnya wanita dari ajaran-ajaran agama yang lurus serta
pengarahan-pengarahannya yang penuh bijak, bimbingannya yang berkah.

Kewajiban wanita muslimah, adalah menerima segala pengajaran Islam
dengan dada yang lapang, hati yang jernih, penerapan dan pengamalan
yang baik, agar ia dapat hidup dengan bahagia, memenangkan ridha Rabbnya dan kebahagiaan duniawi dan ukharawi.

Kewajiban para penanggung jawab wanita agar mereka serius dalam
memperhatikan dan membina mereka dengan adab-adab Islam, dan menjaga
hak-hak pribadi mereka serta memuliakan dan berbuat baik kepada mereka
sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan pencarian pahala dan bentuk
realisasi takwa kepada Allah. Allah lah tempat memohon pertolongan,
tidak ada Rabb selainnya. Wala haula wala quwwata illa billah.

[Khuthab wa Mawa'idh min Hajjati al Wada', halaman 33-34, Cet. I. Th. 1426 – 2005]

sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0

About these ads

2 responses »

  1. saya setuju dengan tulisan Anda, Pria adalah penanggung jawab wanita … tapi sekarang banyak pria yang kehilangan jiwa kepemimpinannya dan merengek2 agar bisa mendapatkan wanita yang disukainya … trus bagaimana pertanggung jawabannya, iya kan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s